Tampilkan postingan dengan label exhibiton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label exhibiton. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

BIENNALE JOGJA XII EQUATOR #2

Biennale Jogja XII Equator #2 @ Taman Budaya Yogyakarta, 16 November 2013-6 Januari 2014 

Jogja International Miniprint Festival (JIMPF) 2013

Jogja International Miniprint Festival (JIMPF) 2013 pra Biennale @ UPT Galeri ISI Yogyakarta 15-30 November 2013.



Senin, 15 Oktober 2012

The Lost Vegetation (work in proggres)



Title: The Lost Vegetation

Artist : Joko Dwi Avianto
Size : 280x80x120cm
Material : Bambu Tali (Bambu Apus) 
Year : 2012 / Art Jog 12 / Taman Budaya Yogyakarta

Merupakan sebuah simbolisasi vegetasi "hutan" yang berpindah wujud bahkan hilang. Kumpulan rumpun-rumpun yang menaungi aktivitas manusia laiknya aktivitas sosial manusia (gathering, berjualan, bercukur dsb) dibawah pohon beringin. Ketika naungan ini hilang maka aktivitas pun berpindah, bahkan tradisi ikut hilang. Bambu yang dihadirkan dalam istalasi pada Art Jog 12 ini merupakan bentuk perpindahan wujud dari tingkat vegetasi alamiah menjadi sekedar material menjadi sekedar material yang dibentuk menjadi rumpun-rumpun (naugan) baru. 




Hope on Hold (work in proggres)

















Hope on Hold, merupakan salah satu karya dari pematung I Made Widya Diputra. Karya berukuran 600x800x500 cm berbahan Leathers, coconuts dan alumunium ini adalah salah satu commision work pada gelaran Art Jog 12. Karya tersebut merupakan kritik terhadap kondisi negara Indonesia saat ini. Negara yang kaya dengan sumber pangan tetapi belum semua rakyatnya merasakan kesejahteraan, ibarat kata pepatah "Kelaparan di Lumbung Pangan". Secara visual, ikon gajah melambangkan kekuatan dan kelapa melambangkan sumber daya alam.

Art Jog 12, dikuratori oleh Bambang 'Toko' Witjaksono yang mengambil tema "Looking East" a Gaze upon Indonesian Contemporary Art. Tema tersebut diusung sebagai upaya dalam rangka untuk (kembali) mencari dunia (yang disebut) Timur. Meski awalnya bangsa atau orang lain yang sadar akan potensi dari seni di Timur (Indonesia merupakan salah satunya) lamban laun orang-orang lokal juga menjadi "sibuk" dan bersemangat dengan pencarian tentang mereka sendiri. 

Bangsa lain (baca: Barat) merasa bahwa eksotisme dunia Timur sangat merangsang imajinasi mereka, terutama para seniman seniman asing yang mendapat banyak pengalaman estetis ketika bersinggungan dan mengunjungi dunia Timur. Dunia yang lebih ramah, bergelora dan hangat dibadingkan dunia Barat yang dingin dan kaku. Pencarian-pencarian tersebut kian hari kian marak, mungkin saja dikarenakan berkaitan dengan mentalitas ketimuran yang kadang masih merasa tertindas oleh hegemoni asing. Atau jangan-jangan karena pencarian tersebut "hanya" semata-mata strategi agar bisa "diterima" dalam pusaran arus seni rupa global? 

Apapun alasan dan semua yang ada dibalik semua itu, ART Jog 12 patut untuk diapresiasi dan diharapkan mampu menjadi sebuah gelaran yang berdampak positif bagi masyarakat umum dan seniman.

sumber: katalog pameran

Selasa, 13 Desember 2011

Bebas dan Merdeka 100 %


by Andi Rharharha and friends/
format: website and documentations/
Art Jog 2011//

Setengah tahun belakangan ini, kalimat Bebas dan Merdeka 100 % tidak asing lagi di mata kita. Perkaranya sederhana: Siapapun di manapun bisa membuat karya apapun dan boleh menyertakan kalimat tersebut dalam karyanya.Untuk salung Berkabar siapa membuat apa di mana, para pembuat karya di belahan Indonesia manapun (bahkan ada beberapa foto karya yang dibuat di Singapura!), tinggal mengirimkannya ke Facebook, Twitter, atau www.berbedadanmerdeka100persen.net. "Ini adalah seruan sederhana untuk mengingatkan semua orang agar tetap menghargai dan memberi ruang bagi perbedaan dan untuk tetap menjadi orang-orang yang merdeka. Sebagai bentuk sikap dan pilihan untuk tidak diam atas terjadinya berbagai tindak kekerasan yang terjadi baik secara simbolik maupun fisik di tanah air akhir-akhir ini," papar Andi Rharharha, salah satu inisiator gerakan ini.

Luz Series

"Luz Series" commision work Art Jog 2011 by Eddy Prabandono at Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Beyond Mimesis and Perspectives - Yi Hwan Kwon 2011

Lazy - Yi Hwan Kwon Exhibition 2011

Kamis, 19 Mei 2011

Ugo and Papers


"Obviously, I do not agree if paper's caste considered below the canvas. I think papers are more bighearted than canvas. It accomodates meaningless sketches, failed, torn, discarded drawing..." 
(Ugo and papers - Ugo untoro, 2010)