Minggu, 18 Desember 2011

Selasa, 13 Desember 2011

Bebas dan Merdeka 100 %


by Andi Rharharha and friends/
format: website and documentations/
Art Jog 2011//

Setengah tahun belakangan ini, kalimat Bebas dan Merdeka 100 % tidak asing lagi di mata kita. Perkaranya sederhana: Siapapun di manapun bisa membuat karya apapun dan boleh menyertakan kalimat tersebut dalam karyanya.Untuk salung Berkabar siapa membuat apa di mana, para pembuat karya di belahan Indonesia manapun (bahkan ada beberapa foto karya yang dibuat di Singapura!), tinggal mengirimkannya ke Facebook, Twitter, atau www.berbedadanmerdeka100persen.net. "Ini adalah seruan sederhana untuk mengingatkan semua orang agar tetap menghargai dan memberi ruang bagi perbedaan dan untuk tetap menjadi orang-orang yang merdeka. Sebagai bentuk sikap dan pilihan untuk tidak diam atas terjadinya berbagai tindak kekerasan yang terjadi baik secara simbolik maupun fisik di tanah air akhir-akhir ini," papar Andi Rharharha, salah satu inisiator gerakan ini.

Luz Series

"Luz Series" commision work Art Jog 2011 by Eddy Prabandono at Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Geleri Nasional Indonesia

Beyond Mimesis and Perspectives - Yi Hwan Kwon 2011

Lazy - Yi Hwan Kwon Exhibition 2011

Membatik (Replica)

Metamorfosis Logo Bank Indonesia

Logo Bank Indonesia berakar pada logo De Javasche Bank, dan telah mengalami proses metamorfosa yang panjang serta berliku. Dari Tahun 1953 sampai 2005. logo Bank Indonesia sudah mengalami tujuh kali perubahan. Diawali berdirinya, logo Bank Indonesia mengadaptasi logo De Javasche Bank dengan mengubah huruf "J" menjadi huruf "I" tanpa mengubah unsur lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman dan pertimbangan estetika serta citra bank sentral yang diembannya Logo Bank Indonesia diubah menjadi solid, tegas, dan berwibawa seperti yang kita lihat sekarang ini.

Museum Bank Indonesia - Jakarta

Sign System Kota Tua Jakarta

Stasiun Jakarta Kota

The Bar - Kota Tua Jakarta

Museum Fatahillah Jakarta

Kamis, 28 Juli 2011

Tari Bedhaya Angron Akung


Bedhoyo Angron Akung, merupakan tari putri kelompok yang diperagakan oleh tujuh orang. Setiap penari secara simbolis filosofis mempergerakan tokoh tokoh tertentu. Bedhoyo Angron Akung diciptakan oleh KGPAA. Paku Alam II (1829 – 1858) dan direkonstruksikan/digubah kembali pada masa KGPAA. Paku Alam VIII (1937 – 1998).
Pergelaran biasanya dilaksanakan di Bangsal Sewatama untuk menyambut tamu-tamu kehormatan Pura Pakualaman dan memperingati ulang tahun Sri Paku Alam. Sesuai dengan namanya, tari ini bersumber dari cerita Panji Angronakung. Tarinya bernarasi simbolis tentang Raden Panji Inu Kertapati ketika dalam penyamaran untuk mencari Dewi Anggraeni.

Tari Langen Kusuma Banjaransari


Langen Kusuma Banjaransari, merupakan dramatari berdialog tembang. Naskah ini bersumber dari Langen Kusuma Banjaransari yang diciptakan oleh: KGPAA. Pakualam V (1878 – 1900). Pada waktu itu, seni pertunjukan ini merupakan lelangenan atau hiburan yang diperagakan oleh beberapa orang abdi dalem wanita yang masih kanak-kanak yang disebut keparak alit.
Dramatari berdialog tembang ini berkisah tentang perjalanan/pengembaraan Raden Banjaransari yang diiringkan oleh abdinya bernama Ujungkelan. Perjalanannya sampai di wilayah kerajaan Sigaluh yang diperintah oleh raja putri bernama Rayungwulan. Dikisahkan pula bahwa dengan melalui berbagai rintangan, pada akhirnya Raden Banjaransari menikah dengan Rayungwulan, kemudian bertahta di Sigaluh. Dalam beberapa pertunjukan, Langen Kusuma Banjaransari dapat juga ditampilkan sebagaimana semula dengan beberapa pengembangan yang tidak menyimpang dari sumbernya. Semua peran di dalam Langen  Kusuma Banjaransari tetap dibawakan oleh para penari wanita, meskipun yang diperagakan adalah tokoh laki-laki.

Tari Srimpi Renggowati


Tari Srimpi Renggowati  Yasan Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono V-Kraton Yogyakarta mengisahkan perjalanan Prabu Anglingdarmo saat mencari titisan Dewi Setyawati. Sampai di Bojonegoro ia bertemu dengan putri raja Bojonegoro bernama Dewi Renggowati. Pada saat itu Prabu Anglingdarmo telah berubah wujud jadi burung “Mliwis Putih”.
Tidak disadari bahwa Dewi Renggowati adalah Dewi Setyawati yang sedang dicari Prabu Anglingdarmo. Pertemuan inilah yang menjadi simbolisasi pertemuan Prabu Anglingdarmo dengan Dewi Setyawati

Rabu, 25 Mei 2011

Tari Klana


Salah satu bentuk tari klasik Yogyakarta yang masih dipelajari dan diajarkan di Yayasan Siswa Among Bekso adalah Tari Klana.

Tari Golek Sulung nDayung


Tari Golek Sulung nDayung merupakan salah satu bentuk tari klasik gaya Yogyakarta. Apabila Anda tertarik untuk mempelajari tari klasik ini, maka silakan datang ke Yayasan Siswa Among Bekso yang terletak kira-kira 300 meter arah barat Kraton Yoyakarta, tepatnya di nDalem Kaneman, Jl. kadipaten Kidul 44 Kraton Yogyakarta.

Kamis, 19 Mei 2011

Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Bumbu Gudeg Yogyakarta

-    Gudeg merupakan makanan khas yang berasal dari Kota Yogyakarta. Makanan ini terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan dalam jangka waktu yang cukup lama. Gudeg disajikan berasama dengan telur, ayam, tahu, tempe, dan krecek. Rasanya yang manis berasal dari proporsi pemberian gula jawa yang lebih banyak dalam proses memasak Gudeg.

Museum Batik Pekalongan

Jajan Pasar, Yogyakarta

Benteng Vastenburg Surakarta

Stasiun Tugu Yogyakarta

Ugo and Papers


"Obviously, I do not agree if paper's caste considered below the canvas. I think papers are more bighearted than canvas. It accomodates meaningless sketches, failed, torn, discarded drawing..." 
(Ugo and papers - Ugo untoro, 2010)

Wayang Klithik

Wayang Menak

Minggu, 08 Mei 2011

Batik Semen Sidoasih


Pola semen termasuk pola yang muncul belakangan dari pada pola-pola batik yang lainnya. Ketika Pakubuwono IV ingin melimpahkan kekuasaan pada putra mahkota, beliau menciptakan pola semen ini. Pola semen pertama yang sangat terkenal adalah pola “semen rama”, didalamnya mengandung filosofi ajaran Asthabrata, yaitu petuah Prabu Rama kepada Wibisana.
Selanjutnya pola semen yang berasal dari kata semi, selalu bermuatan gambar tumbuhan atau gunung, tempat berseminya tanaman.
Semen Sidoasih dipakai pada upacara pernikahan, dengan harapan pengantin akan membangun hidupnya dengan kebahagiaan penuh kasih. Batik ini berasal dari Yogyakarta.

Batik Semen Pringgodani


Batik Semen Pringgodani ini berasal dari Yogyakarta. Batik ini sering digunakan untuk acara pernikahan, dengan harapan akan selalu bersemi harapan akan kebaikan.

Batik Semen Kudorante


Batik ini adalah salah satu batik yang berasal dari Yogyakarta. Pola semen ini banyak berekembang di kalangan menengah ke bawah. Pola gunung dan tumbuhan masih menjadi ciri pokoknya.
Makna filosofi yang terkandung dalam Batik Semen Kudorante ini adalah: harapan bagi kesejahteraan yang identik dengan tanaman yang tumbuh di pegunungan.

Batik Semen Klewer


Merupakan batik kuno dari Yogyakarta. Batik ini kebanyakan dipakai oleh golongan menengah, memberi kesan luwes pada pemakainya. Pola gunung dan tumbuh-tumbuhan menjadi ciri pokoknya. Makna filosofis yang terkandung pada motif batik ini adalah: harapan akan kesejahteraan.

Batik Semen Jlekithit Bledhak


Corak pada batik ini memberi kesan keanggunan pada pemakainya. Pada jaman dahulu batik ini  hanya dipakai oleh golongan bangsawan. Batik ini berasal dari Yogyakarta.

Batik Semen Gebang Pinatar


Batik Semen Gebang Pinatar ini digunakan untuk acara pernikahan, dengan harapan agar pengantin selalu  bersemi dalam kebaikan.

Batik Parang Ceplok Sriwedari


Dipakai untuk menghadiri upacara atau acara setengah resmi. Corak pada batik ini dapat memberi kesan gagah pada pemakainya. Kebanyakan dipakai oleh golongan menengah ke bawah.